Thursday, January 22, 2026

Refleksi Hari Desa Nasional 2026 Peran Tenaga Pendamping Profesional Provinsi Kalimantan Timur dalam Membangun Desa dari Pinggiran

( Rismet Mulya SP / Koordinator
Provinsi kalimantan Timur)
Hari Desa Nasional 2026 menjadi momentum penting bagi seluruh insan pembangunan desa di Indonesia, termasuk di Provinsi Kalimantan Timur. Di tengah dinamika pembangunan daerah dan hadirnya Ibu Kota Nusantara sebagai simbol masa depan bangsa, desa-desa di Kalimantan Timur tetap memegang peran strategis sebagai ruang hidup masyarakat, pusat produksi pangan, serta penjaga nilai-nilai sosial dan budaya. Dalam proses panjang pembangunan desa tersebut, Tenaga Pendamping Profesional hadir sebagai aktor kunci yang bekerja di balik layar, mengawal transformasi desa menuju kemandirian dan kesejahteraan.

Pendamping Desa di Kalimantan Timur menjalankan tugas bukan hanya sebagai fasilitator teknis, tetapi sebagai mitra strategis pemerintah desa dan masyarakat. Mereka mendampingi penyusunan perencanaan pembangunan desa, mengawal pelaksanaan program dan kegiatan, serta memastikan pengelolaan Dana Desa berjalan transparan, akuntabel, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Di wilayah dengan karakter geografis yang luas, terpencar, dan sebagian sulit dijangkau, kehadiran pendamping menjadi penghubung penting antara kebijakan nasional dan realitas desa di lapangan.

Sebagai Tenaga Pendamping Profesional, para pendamping di Kalimantan Timur dituntut memiliki kompetensi yang utuh: pemahaman regulasi, kemampuan fasilitasi sosial, keterampilan pemberdayaan masyarakat, serta integritas moral yang kuat. Mereka hadir dalam musyawarah desa, memfasilitasi kelompok-kelompok masyarakat, mendampingi penguatan BUM Desa, serta mendorong lahirnya inovasi lokal berbasis potensi desa. Dalam banyak kesempatan, pendamping menjadi tempat bertanya, tempat mengadu, sekaligus motor penggerak perubahan sosial di desa.

Peran pendamping semakin terasa dalam mendukung agenda strategis pembangunan desa di Kalimantan Timur, mulai dari percepatan penurunan stunting, penguatan ketahanan pangan desa, pengembangan ekonomi lokal, hingga penguatan desa sebagai penyangga kawasan Ibu Kota Nusantara. Pendamping tidak hanya memastikan program terlaksana sesuai pedoman, tetapi juga membangun kesadaran kolektif masyarakat agar desa tidak menjadi penonton dalam arus besar pembangunan, melainkan pelaku utama pembangunan itu sendiri.

Namun, pengabdian pendamping desa bukan tanpa tantangan. Jarak tempuh yang jauh, kondisi infrastruktur yang terbatas, dinamika sosial masyarakat, hingga tuntutan administrasi yang kompleks menjadi bagian dari keseharian mereka. Dalam keterbatasan tersebut, pendamping tetap menjaga komitmen untuk hadir, mendengar, dan bekerja bersama masyarakat. Di sanalah makna profesionalisme dan pengabdian menemukan bentuknya yang paling nyata.

Hari Desa Nasional 2026 menjadi saat yang tepat untuk merefleksikan kembali arti kehadiran Tenaga Pendamping Profesional di Kalimantan Timur. Keberhasilan pembangunan desa tidak hanya tercermin dari bangunan fisik atau laporan kegiatan, tetapi dari tumbuhnya kapasitas aparatur desa, menguatnya partisipasi warga, berkembangnya kelembagaan ekonomi desa, serta meningkatnya kesejahteraan masyarakat. Di balik setiap capaian itu, terdapat peran pendamping desa yang bekerja dengan dedikasi dan ketulusan.

Ke depan, tantangan pembangunan desa di Kalimantan Timur akan semakin kompleks seiring percepatan pembangunan kawasan strategis nasional dan transformasi sosial ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, penguatan kapasitas, peningkatan kualitas pendampingan, serta dukungan kebijakan terhadap Tenaga Pendamping Profesional menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditunda. Pendamping desa bukan sekadar pelaksana program, tetapi mitra perubahan yang menjaga agar pembangunan tetap berpihak kepada desa dan masyarakatnya.

Pada Hari Desa Nasional 2026 ini, sudah sepantasnya kita memberikan penghargaan dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh Pendamping Desa di Provinsi Kalimantan Timur. Dari pelosok desa, dari tepian sungai dan perbukitan, mereka menyalakan harapan bagi masa depan desa. Karena membangun Kalimantan Timur yang maju dan sejahtera, sejatinya dimulai dari desa yang kuat, mandiri, dan berdaya.